Perasaan itu dihimpun, bukan dihitung..
Ia tak terdefinisikan dengan rumus dan lama waktu yg terhubung
Ia hidup dalam jalan-jalan yang agung yg membuat dua jiwa saling merasa beruntung
Ia tak terdefinisikan dengan rumus dan lama waktu yg terhubung
Ia hidup dalam jalan-jalan yang agung yg membuat dua jiwa saling merasa beruntung
Aku ingin memberi semua rasaku kepadamu
Dan tampunglah semua rasa itu
Rawatlah hingga bersemai seiring berjalannya waktu
Bila banyak milyaran doa di langit-langit Tuhan
Semoga ia segera mengabulkan sedikit doaku
Untuk segera memilikiku
Bersabarlah, hatiku masih penuh sesak dengan luka masa lalu. Masihkah kamu mau menunggu? Atau memilih pergi berlalu tanpa meninggalkan jejak rindu
Sungguh yang istimewa itu, bukan yang datang memberi selamat saat kita di angka 100, tapi mereka yang memberi semangat saat kita di angka 0.
Aku ingin pulang.
Pulang pada nasehat guru dan orang tua.
Menyelami laku tanpa harus banyak tingkah.
Adakah waktu akan terulang?
Ada, saat kau berani mengenal imajimu pun dirimu.
Aku ingin menyetubuhi pikiranmu
Melumat seluruh diksimu
Menelanjangi setiap idemu
Aku ingin memilikimu seutuhnya
Begitulah sastra berbicara
Berhenti adalah kata kerja yang diam
seperti tafakkurnya para sufi di waktu waktu malam
atau seperti rumah di hatimu yang paling dalam
tempat dimana cintaku bersemayam