Mata Air Dari Timur
Nafas yang pertama adalah keyakinanmu,
Saat kau bisa merasakan itu maka menyelamlah
Pada samudera sajak yang berbauh mayat
Hinggah pulang butir padi dalam pelayaran.
Papa, kini hari berganti jadi semakin sulit
Karena kemapanan selalu dilihat dari seberapa besar gaji
Dari seberapa panjang gelar seperti yang disandang para priyai.
Maka simulasi laba laba coba kuikuti
Mencintai rumah dengan segenap sarang abadi.
Bersambung....
April 29, 2020
Ramadhan
Dalam ibadah shalat, manusia mengundang manusia. Kalau ibadah haji, Allah mengundang manusia. Dan keunikan ibadah puasa adalah manusia mengundang bulan yg bernama Ramadhan.. MARHABAN YA RAMADHAN
MATA AIR DARI TIMUR
#MATA AIR DARI TIMUR#
Mualat dalam titik nadir
Yang menglun bersama bait-bait gambir
Jalan pandir bnyak mulut riang memakir
Sehingga kita yg sekain sulam menolak mangkir
Hanya memapah tabah, maraba dada bersama doa-do'a
Karena tak sekli kita sering di palintir fitnah
Oh mata air, mengalirlah... Sebab buka lagi tentang sinar mercusuar
Tapi memancar seperti mustika para tetua di malam Lailatu Qadar
Dan kehausan replika subuh yg paling sandar maka matafora tete aku jadikan dego-dego untuk sandaran
Coba kau berjalan pada arah jarum jam menuju ke timur coba kau cari ketika Aceh disebut sarambi Mekkah
Maka Maluku Kieraha ialah urat tanah Madaniyyah
Ini isi dalam pusaran beliung relaksasi
Jika kakimu dapat menempuh satuan candela makan ini bukan sekedar ilusi
Nafas yg pertama adalah keyakinanmu saat kau bisa merasakan itu, maka menyelamlah
Pada samudar sajak yg berbau mayat sehingga pulang butir padi dalam pelayaran..
Salam.....
Mualat dalam titik nadir
Yang menglun bersama bait-bait gambir
Jalan pandir bnyak mulut riang memakir
Sehingga kita yg sekain sulam menolak mangkir
Hanya memapah tabah, maraba dada bersama doa-do'a
Karena tak sekli kita sering di palintir fitnah
Oh mata air, mengalirlah... Sebab buka lagi tentang sinar mercusuar
Tapi memancar seperti mustika para tetua di malam Lailatu Qadar
Dan kehausan replika subuh yg paling sandar maka matafora tete aku jadikan dego-dego untuk sandaran
Coba kau berjalan pada arah jarum jam menuju ke timur coba kau cari ketika Aceh disebut sarambi Mekkah
Maka Maluku Kieraha ialah urat tanah Madaniyyah
Ini isi dalam pusaran beliung relaksasi
Jika kakimu dapat menempuh satuan candela makan ini bukan sekedar ilusi
Nafas yg pertama adalah keyakinanmu saat kau bisa merasakan itu, maka menyelamlah
Pada samudar sajak yg berbau mayat sehingga pulang butir padi dalam pelayaran..
Salam.....
April 26, 2020
Corona
Hilang satu satu
Hilang di telan sang waktu
Tak ada mata yg menatap
Bencana semakin dekat
Tak ada bibir yg berkata
Corona meyapu rata
Yang ada hanya puing-puing kepintaran
Di bahwa matahari
By Abimanyu Warang
27-04-2020
Hilang di telan sang waktu
Tak ada mata yg menatap
Bencana semakin dekat
Tak ada bibir yg berkata
Corona meyapu rata
Yang ada hanya puing-puing kepintaran
Di bahwa matahari
By Abimanyu Warang
27-04-2020
April 19, 2020
Glenn Fredly
Walau "Januari" menjadi sebuah "akhir cerita Cinta" dan membuat " sedih tak berujung", tapi "sekali ini saja" jangan ada "terserah", kita bangun lagi " kembali ke awal" membangun "kisah putih" dan "kasih romantis" karena bagiku "you are my everything"
#Glenn Fredly Deviano Latuihamallo#
Oleh : Abimanyu Warang
Corona
Shalat berjamaah dengan semakin meluruskan dan merapatkan shaf adalah salah satu sarana pembunuhan Virus Civid-19 Corona
April 17, 2020
Ambon
Oleh : Abimanyu Warang
Tentang percakapan luka didalam kota
Tentang rindu yang terus menyalakan kenangan dan cinta yang tak bisa dipadamkan waktu
Lalu hujan tiba-tiba membawaku pada ketakutan di sebuah dini hari
Ketika ciumanmu sedingin kematian.
Lalu langit rebah ke dalam matamu nan dahaga bagaikan gerhana
Surabaya, 15 Maret 2020
April 16, 2020
Marhaban Ya Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan...
Seminggu lagi Engkau tiba.
Dengan harapan semoga Ramadhan menjadi pembunuh utama Covid-19/Corona
15 April 2020
April 14, 2020
Kami
Teriakan kami lebih lantang ketimbang tindakan kami,
Pedang kami lebih panjang ketimbang kami,
Inilah tragedi kami.
Oleh : Abimanyu Warang
Sejanak
Mari kita semua merenung sejenak
Dan bertanya diam- diam
Adakah spirit Dan kesedaran leluhur itu kita warisi
Sedekit saja
Sebagai bekal kita menuruskan cita perjuangan mereka
Oleh : Abimanyu Warang
Semesta Berpesan
#Semesta berpesan#
sang surya kembali bersinar menandakan hari baru telah di mulai..
Dan hujan kemarin menyisahkan embun pagi yang menyegarkan..
Begitu mempesona ia di antara dedaunan...
Tak seperti senja.. ia meninggalkanmu begitu saja dengan warna jingganya tak pernah berubah...
Meskipun malam datang, meskipun hujan begitu derasnya, meskipun badai pasir menutupi penglihatan terlihat samar2..
Perrnahkah bintang2 bertanya bgmnkah senja tau cara sang surya bersinar indah dan memberikan hadiah embun pagi yng cantik..
Dan pernahkah bintang2 bertanya tentang bagaimana senja dan warna jingganya bersanding...
Mungkin tak perlulah mereka bertanya karena mereka bisa mendapatkan jawabanya dari terangnya bulan di malam hari...
Begitulah cinta dan kenyataan yang hadir dalam hidup kita..
Kita tak bisa berandai2 untuk bersanding dengan siapa yg kita inginkan tapi kita harus melihat bahwa kenyataan memanglah seperti apa adanya...
Terang seperti bulan..
Walaupun berada di langit yg gelap..
Oleh : Nadira Attmimi & Abimanyu Warang
5 April 2020
07:59
Tanpa Judul
Jika kita ingin membuat org lain bahagia..
Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan..
Janganlah berpuisi..
karena seindah apapun puisi itu ia hanya akn melelapkan tidurnya..
Oleh : Abimanyu Warang
Langganan:
Postingan (Atom)



















