#MATA AIR DARI TIMUR#
Mualat dalam titik nadir
Yang menglun bersama bait-bait gambir
Jalan pandir bnyak mulut riang memakir
Sehingga kita yg sekain sulam menolak mangkir
Hanya memapah tabah, maraba dada bersama doa-do'a
Karena tak sekli kita sering di palintir fitnah
Oh mata air, mengalirlah... Sebab buka lagi tentang sinar mercusuar
Tapi memancar seperti mustika para tetua di malam Lailatu Qadar
Dan kehausan replika subuh yg paling sandar maka matafora tete aku jadikan dego-dego untuk sandaran
Coba kau berjalan pada arah jarum jam menuju ke timur coba kau cari ketika Aceh disebut sarambi Mekkah
Maka Maluku Kieraha ialah urat tanah Madaniyyah
Ini isi dalam pusaran beliung relaksasi
Jika kakimu dapat menempuh satuan candela makan ini bukan sekedar ilusi
Nafas yg pertama adalah keyakinanmu saat kau bisa merasakan itu, maka menyelamlah
Pada samudar sajak yg berbau mayat sehingga pulang butir padi dalam pelayaran..
Salam.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar